Rabu, 26 Juni 2013

Sekilas Tenggelamnya Titanic


Titanic di dermaga Southampton sebelum keberangkatan


Latar Belakang

Dibangun di Belfast, Irlandia, Kerajaan Bersatu, RMS Titanic adalah kapal kedua dari tiga kapal samudra kelas Olympic - sisanya adalah RMS Olympic dan HMHS Britannic (aslinya bernama Gigantic). Ketiganya adalah kapal terbesar dalam armada perusahaan perkapalan Britania White Star Line, yang terdiri dari 29 kapal uap dan tender pada tahun 1912Tiga kapal tersebut lahir dalam sebuah perbincangan pada pertengahan 1907 antara kepala White Star Line, J. Bruce Ismay, dan hartawan Amerika Serikat J. Pierpont Morgan, yang mengendalikan perusahaan induk White Star Line, International Mercantile Marine Co. White Star Line menghadapi tantangan yang semakin menjadi-jadi dari pesaing utamanya, Cunard, yang telah meluncurkan Lusitania dan Mauretania – kapal penumpang tercepat yang beroperasi saat itu – dan perusahaan pelayaran Jerman, Hamburg America dan Norddeutscher Lloyd. Ismay memilih untuk bersaing dalam hal ukuran ketimbang kecepatan dan berencana meluncurkan jajaran kapal baru yang ukurannya lebih besar daripada sebelumnya serta dibuat senyaman dan semewah mungkin.
Jajaran kapal ini dibangun oleh galangan kapal Belfast, Harland and Wolff, yang sudah punya hubungan lama dengan White Star Line sejak 1867. Harland and Wolff diberikan keuntungan besar dalam merancang kapal untuk White Star Line; pendekatan seperti biasa ditujukan kepada White Star Line untuk membuat sketsa konsep umum yang akan dipakai dan diubah menjadi desain kapal oleh Harland and Wolff. Pertimbangan biaya relatif rendah di agendanya dan Harland and Wolff diminta mengeluarkan biaya atas segala kebutuhan kapal, ditambah margin keuntungan lima persen. Untuk kapal kelas Olympic, biaya sebesar £3 juta untuk dua kapal pertama disetujui disertai beberapa "ekstra atas kontrak" dan bayaran lima persen seperti biasa.
Harland and Wolff menempatkan para desainer utamanya dalam perancangan kapal kelas Olympic. Perancangan ini diawasi oleh Lord Pirrie, direktur Harland and Wolff dan White Star Line; arsitek laut Thomas Andrews, direktur pelaksana departemen desain Harland and Wolff; Edward Wilding, wakil Andrews dan bertanggung jawab atas penghitungan desain kapal, keseimbangan dan kerapiannya; dan Alexander Carlisle, kepala juru gambar kapal dan manajer umum. Tugas Carlisle adalah dekorasi, perlengkapan dan semua pengaturan umum, termasuk penerapan desain derek sekoci yang efisien.
Pada tanggal 29 Juli 1908, Harland and Wolff mempresentasikan sketsanya kepada J. Bruce Ismay dan para eksekutif White Star Line lainnya. Ismay menyetujui desain tersebut dan menandatangani tiga "surat perjanjian" dua hari kemudian yang mengizinkan pembangunan kapal.Saat itu, kapal pertama tersebut – yang kelak menjadi Olympic – belum mempunyai nama, tetapi hanya ditandai sebagai "Number 400", karena kapal ini adalah kapal ke-400 yang dibangun Harland and Wolff. Titanic didasarkan pada versi revisi desain yang sama dan diberi nomor 401.

Sejarah
 
-->
RMS Titanic adalah sebuah kapal penumpang super Britania Raya yang tenggelam di Samudra Atlantik Utara pada tanggal 15 April 1912 setelah menabrak sebuah gunung es pada pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris ke New York City. Tenggelamnya Titanic mengakibatkan kematian sebanyak 1.514 orang dalam salah satu bencana maritim masa damai paling mematikan sepanjang sejarah. Titanic merupakan kapal terbesar di dunia pada pelayaran perdananya. Satu dari tiga kapal samudra kelas Olympic dioperasikan oleh White Star Line. Kapal ini dibangun pada 1909 sampai 1911 oleh galangan kapal Harland and Wolff di Belfast. Kapal ini sanggup mengangkut 2.224 penumpang.
Para penumpangnya terdiri dari sejumlah orang terkaya di dunia, serta lebih dari seribu emigran dari Britania Raya, Irlandia, Skandinavia, dan negara-negara lain yang mencari kehidupan baru di Amerika Utara. Kapal ini dirancang senyaman dan semewah mungkin, dengan dilengkapi gimnasium, kolam renang, perpustakaan, restoran kelas atas dan kabin mewah. Kapal ini juga memiliki telegraf nirkabel mutakhir yang dioperasikan untuk keperluan penumpang dan operasional kapal. Meski Titanic mempunyai perlengkapan keamanan yang maju seperti kompartemen kedap air dan pintu kedap air yang bisa dioperasikan dari jarak jauh, kapal tersebut tidak memiliki sekoci yang cukup untuk menampung seluruh penumpang kapal. Karena regulasi keamanan laut yang sudah kuno, Titanic hanya mengangkut sekoci yang hanya mampu menampung 1.178 penumpang – sepertiga dari total penumpang dan awak kapalnya.
Setelah meninggalkan Southampton pada 10 April 1912, Titanic berhenti di Cherbourg, Perancis dan Queenstown (sekarang Cobh), Irlandia sebelum berlayar ke barat menuju New York. Pada tanggal 14 April 1912, empat hari pasca pelayaran, tepatnya 375 mil di selatan Newfoundland, kapal menabrak sebuah gunung es pukul 23:40 (waktu kapal; UTC-3). Tabrakan agak menggesek ini mengakibatkan pelat lambung Titanic melengkung ke dalam di sejumlah tempat di sisi kanan kapal dan mengoyak lima dari enam belas kompartemen kedap airnya. Selama dua setengah jam selanjutnya, kapal perlahan terisi air dan tenggelam. Para penumpang dan sejumlah awak kapal diungsikan ke dalam sekoci, kebanyakan sudah diluncurkan dalam keadaan setengah penuh. Banyak pria dalam jumlah yang tidak sepadan – hampir 90% di Kelas Dua - ditinggalkan karena para petugas yang memuat sekoci mematuhi protokol "wanita dan anak-anak dahulu". Tepat sebelum pukul 2:20, Titanic patah dan haluannya tenggelam bersama seribu penumpang di dalamnya. Orang-orang di air meninggal dalam hitungan menit akibat hipotermia karena bersentuhan dengan samudra yang sangat dingin. 710 penumpang selamat diangkat dari sekoci oleh RMS Carpathia beberapa jam kemudian.
Musibah ini ditanggapi dengan keterkejutan dan kemarahan dunia atas jumlah korban yang besar dan kegagalan regulasi dan operasi yang terjadi. Penyelidikan publik di Britania dan Amerika Serikat mendorong perbaikan besar-besaran keselamatan laut. Salah satu warisan terpenting dari bencana ini adalah penetapan Konvensi Internasional untuk Keselamatan Penumpang di Laut (SOLAS), yang masih mengatur keselamatan laut sampai sekarang. Banyak korban selamat kehilangan seluruh kekayaan dan harta benda mereka dan menjadi miskin; banyak keluarga, terutama keluarga awak kapal dari Southampton, kehilangan sumber nafkah utamanya. Mereka semua dibantu oleh banjirnya simpati dan sumbangan amal dari masyarakat. Beberapa pria yang selamat, terutama kepala White Star Line, J. Bruce Ismay, dicela sebagai pengecut karena meninggalkan kapal ketika penumpang lain masih di atasnya, dan mereka diasingkan oleh publik.
Bangkai Titanic masih ada di dasar laut, perlahan hancur di kedalaman 12.415 kaki (3,784 m). Sejak ditemukan kembali pada tahun 1985, ribuan artefak diangkat dari dasar laut dan dipamerkan di berbagai museum di seluruh dunia. Titanic telah menjadi salah satu kapal ternama dalam sejarah. Keberadaannya terus diingat oleh sejumlah buku, film, pameran, dan tugu peringatan.

Korban Selamat dan Tewas

Jumlah korban tenggelamnya Titanic tidak jelas akibat adanya beberapa faktor, termasuk perbedaan daftar penumpang, yang mencakup nama-nama orang yang membatalkan perjalanan mereka pada menit terakhir, dan fakta bahwa sejumlah penumpang memakai alias atas berbagai alasan dan terhitung dua kali di daftar korban.Jumlah korban tewas diperkirakan antara 1.490 dan 1.635 orang. Jumlah di bawah diperoleh dari laporan Britania Raya tentang bencana ini.



Kategori penumpang
Jumlah penumpang
Korban selamat
Korban tewas
Persentase selamat
Persentase tewas
Pria, Awak
865
192
693
22%
78%
Pria, Kelas Tiga
462
75
387
16%
84%
Pria, Kelas Satu
175
57
118
33%
67%
Pria, Kelas Dua
168
14
154
8%
92%
Wanita, Kelas Tiga
165
76
89
46%
54%
Wanita, Kelas Satu
144
140
4
97%
3%
Wanita, Kelas Dua
93
80
13
86%
14%
Anak-anak, Kelas Tiga
79
27
52
34%
66%
Anak-anak, Kelas Dua
24
24
0
100%
0%
Wanita, Awak
23
20
3
87%
13%
Anak-anak, Kelas Satu
6
5
1
4%
16%
Total
2224
710
1514
32%
68%
 

Kurang dari sepertiga penumpang Titanic selamat dari bencana ini. Beberapa korban selamat meninggal tidak lama setelah itu; luka dan dampak terpapar air dingin mengakibatkan kematian beberapa korban selamat di kapal Carpathia. Jumlah ini menunjukkan perbedaan tingkat selamat yang mencolok dari berbagai kelas penumpang Titanic. Meski hanya 3 persen wanita kelas satu yang tewas, 54 persen wanita di kelas tiga tewas. Sama juga, lima dari enam anak-anak kelas satu dan semua anak-anak kelas dua selamat, tetapi 52 dari 79 anak-anak kelas tiga tewas. Korban selamat terakhir yang masih hidup, Millvina Dean dari Inggris, yang pada usia sembilan minggu menjadi penumpang termuda di kapal ini, meninggal dunia tanggal 31 Mei 2009 pada usia 97 tahun

Peringatan 100 Tahun



Pada pukul 12:13 tanggal 31 Mei 2011, tepatnya 100 tahun setelah Titanic diluncurkan dari galangan kapal, sebuah suar ditembakkan di kawasan galangan kapal Belfast untuk memperingatinya. Semua kapal di wilayah sekitar galangan kapal Harland and Wolff kemudian membunyikan klakson dan kerumunan yang ada bertepuk tangan selama 62 detik, waktu yang diperlukan untuk meluncurkan kapal dari galangannya pada tahun 1911.Pada tanggal 12 Maret 2012, BBC Songs Of Praise, dari Belfast, membentuk tugu peringatan Titanic. Program ini menyiarkan serangkaian himne maritim dan diakhiri Nearer, My God, to Thee, yang dianggap sebagai lagu terakhir yang dimainkan band kapal.
Pada tanggal 4 April 2012, 100 tahun setelah rampungnya pembangunan Titanic dan pelayaran perdananya diperingati dengan peluncuran kembali film Titanic tahun 1997 dalam wujud 3D ITV1 telah membuat miniseri Titanic empat episode yang dikarang oleh pemenang Oscar, Julian Fellowes, dan ditayangkan pada awal 2012.Sebuah drama panggung berjudul Iceberg – Right Ahead! akan dipentaskan di Upstairs at the Gatehouse, London pada 22 Maret sampai 22 April 2012; Lyric Theatre, Belfast mementaskan White Star of the North; dan pentas teater Sea Odyssey diadakan di Liverpool.
Royal Philharmonic Orchestra akan memainkan The Titanic Requiem, sebuah karya musik gubahan penyanyi/penulis lagu Robin Gibb dan putranya RJ Gibb, pada tanggal 10 April di London. Acara ini akan melibatkan permainan hologram yang menampilkan laut, kapal, dan gunung es.
Kapal pesiar Balmoral yang dioperasikan Fred Olsen Cruise Lines disewa oleh Miles Morgan Travel untuk mengikuti rute asli Titanic dan berhenti di atas dasar laut tempat kapal tersebut tenggelam pada 15 April 2012.
SeaCity Museum di Southampton, Hampshire akan dibuka pada 10 April 2012, tanggal ketika RMS Titanic melakukan pelayaran perdananya dari Southampton.Museum ini akan memamerkan 2000 tahun sejarah laut Southampton, serta memperingati 549 penduduk kota yang tenggelam bersama Titanic.

Bangkai Titanic

 
Bangkai Titanic



 Titanic lama dianggap tenggelam secara utuh dan selama beberapa tahun banyak skema dirancang untuk mengangkat bangkainya. Tidak satupun skema yang terwujud. Masalah utamanya adalah kesulitan menemukan dan mencapai bangkai yang tergeletak lebih dari 12,000 kaki (3.658 m) di bawah permukaan laut, di sebuah lokasi yang tekanan airnya melebihi 6.500 pon per inci persegi. Sejumlah ekspedisi dilakukan untuk menemukan Titanic sampai akhirnya berhasil ditemukan oleh ekspedisi Perancis-Amerika Serikat pada tanggal 1 September 1985.
Tim tersebut menemukan bahwa Titanic terbelah dua, mungkin tidak jauh di bawah permukaan air sebelum akhirnya mendarat di dasar laut. Bagian haluan dan buritannya terpisah sejauh sepertiga mil (0,6 km) di ngarai landas kontinen di lepas pantai Newfoundland. Keduanya terletak 132 mil (212 km) dari koordinat yang salah diberikan oleh operator radio Titanic pada malam tenggelamnya kapal. Kedua bagian kapal menghantam dasar laut dengan kecepatan yang mengakibatkan haluan remuk dan buritan runtuh sepenuhnya. Bagian haluan adalah bagian yang lebih utuh ketimbang buritannya dan masih mempunyai interior yang lumayan utuh. Berbeda dengan haluan, buritan hancur sepenuhnya; geladaknya saling bertumpukan dan sebagian besar lambungnya terkoyak dan tersebar di dasar laut. Tingkat kerusakan yang lebih besar pada buritan mungkin diakibatkan oleh kerusakan struktural ketika tenggelam. Akibat terlalu lemah, sisa buritan tertekan akibat menghantam dasar laut.
Kedua bagian dikelilingi sebaran puing seluas hampir 5 kali 3 mils (8,0 × 4,8 km).Sebaran ini terdiri dari ratusan ribu barang, seperti bagian-bagian kapal, furnitur, peralatan makan, dan barang pribadi, yang jatuh dari kapal ketika tenggelam atau terlempar ketika haluan dan buritan menghantam dasar laut. Sebaran puing ini juga merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi sejumlah korban Titanic. Jenazah dan pakaian mereka dikonsumsi oleh makhluk laut dan bakteri, sehingga meninggalkan sepasang sepatu dan bot – yang tidak bisa dimakan - sebagai satu-satunya tanda bahwa pernah ada jenazah di sana.
Sejak ditemukan kembali, bangkai Titanic sudah dikunjungi beberapa kali oleh para penjelajah, ilmuwan, pembuat film, wisatawan dan penyelamat harta, yang berhasil mengangkat ribuan barang dari sebaran puing untuk dilindungi dan dipamerkan kepada publik. Kondisi kapal memburuk dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir, sebagian dikarenakan oleh kerusakan tidak sengaja yang dilakukan kapal selam serta peningkatan tingkat pertumbuhan bakteri pemakan besi di lambung kapal. Diperkirakan bahwa dalam 50 tahun berikutnya, lambung dan struktur Titanic akan runtuh seluruhnya dan meninggalkan bagian interior kapal yang bercampur dengan tumpukan besi karat di dasar laut.
Banyak artefak Titanic diangkat dari dasar laut oleh RMS Titanic Inc., yang memamerkannya melalui tur pameran di seluruh dunia dan pameran permanen di hotel dan kasino Luxor Las Vegas di Las Vegas, Nevada.Sejumlah museum memamerkan artefak yang disumbangkan korban selamat atau didapatkan dari jenazah korban yang mengapung di laut.

Penulis : Sekian dari saya sekilas tentang kapal yang sangat megah dan mewah pada masa-nya yang mampu menampung ribuan penumpang. Titanic. Sudah lebih dari 100 tahun tragedi tenggelamnya Titanic tapi masih banyak misteri yang ingin di kuak atas tenggelamnya Titanic. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Source Baca lebih lengkap

                               Tentang Titanic

Nama: RMS Titanic
Pemilik: White Star flaga.svg White Star Line
Pelabuhan pendaftaran: Bendera Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Liverpool
Rute: Southampton ke New York City
Dipesan: 17 September 1908
Pembangun: Harland and Wolff, Belfast
Nomor galangan: 401
Dihentikan: 31 Maret 1909
Diluncurkan: 31 Mei 1911 (tidak dibaptis)
Selesai: 2 April 1912
Pelayaran perdana: 10 April 1912
Identifikasi: Kode panggil radio "MGY"
Nasib: Karam tanggal 15 April 1912
pada pelayaran perdananya
Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis: Kapal samudra kelas Olympic
Tonase: 46.328 GRT
Displacement: 52.310 ton
Panjang: 882 ft 6 in (269.0 m)
Lebar: 92 ft 0 in (28.0 m)
Tinggi: 175 kaki (53.3 m) (lunas hingga puncak cerobong)
Daya muat: 34 ft 7 in (10.5 m)
Kedalaman: 64 ft 6 in (19.7 m)
Dek: 9 (A–G)
Tenaga: 24 ketel ujung ganda dan 5 ketel ujung tunggal
yang menghidupkan dua mesin uap maju mundur
untuk baling-baling samping dan sebuah turbin
bertekanan rendah untuk baling-baling tengah.[1]
Hasil: 46.000 HP
Pendorong: Dua baling-baling samping bilah 3 dan
satu baling-baling tengah bilah 4
Kecepatan: Jelajah: 21 kn (39 km/h; 24 mph).
Maks: 24 kn (44 km/h; 28 mph)
Kapasitas: Penumpang: 2.435, awak: 892
Catatan: Sekoci: 20 untuk 1.178 orang